Bicara Laut Marmara – Dedikasi untuk Huda Arshad

marmara1

Langit kelabu Laut Marmara,

Kurenung tanpa bicara,

Sepoi angin menampar muka…

 

Aku bertanya kepada batu bergerigi

Mengapa agaknya aku di sini?

Di tengah khalayak tidak sebiji…

 

Aku bertanya pada ranting bergoyang,

Mengapa sketsa lama diulang?

Resah jiwa tidak terbayang…

 

Hati bertanya, jiwa memberontak,

Namun detik kulalu jua tanpa teragak-agak,

Gambaran hadapan perlu dicorak…

 

Aah… Tuhan ingin mencubaku lagi,

Lalu kuanggap ini peluang, walau jiwa merintih,

Demi menyuluh jalan membaiki diri…

 

Laut Marmara…, aku mau kau jadi saksi,

Hari ini aku bertekad lagi,

Sebagaimana tekadku di tengah ladang di Dodge City…

 

Akan kutempuh jalan susah,

Kerana itu jalan bahagia,

Dengan ketabahan sepenuh jiwa…

 

Wahai Tuhan Maha Pemurah,

Terimalah niat mulia hamba,

Walau tingkah tidak seindah,

Tulus hati tentu berharga…

 

Tanpa kusedar, air mata bergenangan,

Memudar pandangan, mencerah ingatan,

Pinggir Laut Marmara kekal jadi kenangan…

 

Nukilan KerapuBara, Disember 2012

About Dr. AA

I am an educator, professional trainer, safety consultant, researcher, social worker, outdoor enthusiast, and a thinker.
This entry was posted in Opinion and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s