Buatmu Sahabat 17 – Kita yang memerlukan Dia dan bukan Dia yang memerlukan kita

Sahabat,

Hari ini saya mengajak anda semua merenung sebuah hadith qudsi yang panjang. Hadith ini begitu nostalgik bagi saya kerana setiap kali saya membacanya, saya teringat kepada seorang sahabat saya yang telah pergi menemui Allah SWT ketika musim haji di pertengahan tahun 1980’an. Pemergian beliau telah menimbulkan kesedihan kepada kami semua di Colorado ketika itu. Beliau adalah seorang pelajar PhD di University of Northern Colorado, Greeley. Dalam bayan yang beliau sampaikan, banyak ketika beliau menyampaikan hadith ini sambil melelapkan mata dan menggeleng-gelengkan kepala, berbicara terus dari hati yang tersentuh dan menghayati maksud yang disampaikan itu. Hadith qudsi ini juga tercatat sebagai hadith ke-24 dalam Kitab Arbain An-Nawawi.

Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah SAW sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman: Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) di antara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hambaku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepadaKu niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepadaKu niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hambaKu, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepadaKu niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hambaKu kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepadaKu niscaya akan Aku ampuni. Wahai hambaKu sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepadaKu sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepadaKu. Wahai hambaku seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa di antara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaanKu sedikitpun . Wahai hambaKu seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin di antara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka diantara kalian, niscaya hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir semuanya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepadaKu, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada padaKu kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hambaKu, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikaan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah ada yang dicela kecuali dirinya. (Riwayat Muslim)

Ulasan hadith qudsi di atas boleh didapati di banyak tempat yang mengupas kumpulan hadith yang dimasyhurkan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya. Malah kitab itu juga disyarahkan di banyak masjid dan surau dan di setengah tempat telah diulang-ulang beberapa kali.

Saya bertanya pada diri sendiri dan anda tanyalah pula pada diri anda: “Sedarkah aku bahawa Allah SWT sentiasa ada untuk membantuku ketika aku memerlukan bantuan dalam apa keadaan sekalipun?”  Dialah Rabb yang menyediakan semua keperluan hidup bagi kita semua. Betul. Itu telah aku pelajari semasa sekolah. Nah, jika benar begitu, “kenapa pula aku tidak memohon rezki daripadaNya?

Saya bertanya pada diri sendiri dan anda tanyalah pula pada diri anda: “Aku sedar Allah Maha Pengampun, tetapi setiap kali aku meminta ampun adakah aku benar-benar menyesali kesalahanku itu?”

Saya bertanya pada diri sendiri dan anda tanyalah pula pada diri anda: “Aku juga tahu bahawa Allah itu Maha Kuasa tetapi kenapa aku kadang-kadang masih takut kepada manusia?”

Wahai Tuhan, jadikanlah saya sebagai hambaMu yang bersyukur. Wahai Tuhan, dengan segala kelebihan yang diberikan kepada diri ini, lindungilah saya dari menjadi orang yang sombong, angkuh dan takbur. Saya menyedari diri ini amat lemah dan amat memerlukan bantuanMu, maka bantulah diri yang lemah ini…

About Dr. AA

I am an educator, professional trainer, safety consultant, researcher, social worker, outdoor enthusiast, and a thinker.
This entry was posted in Buatmu Sahabat and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s